MENCEGAH TABRAKAN FATAL DARI ARAH BELAKANG ALA HINO
Jakarta, MobilKomersial.com - Truk memainkan peran penting dalam bisnis logistik di Indonesia yang sejak beberapa tahun belakangan tumbuh sangat pesat seiring dengan pertumbuhan permintaan barang-barang konsumer.
Dalam bisnis mentransportasikan barang-barang logistik dari satu kota ke kota lain, selain kondisi kendaraan yang harus selalu prima, peran pengemudi juga sangat menentukan. Agar barang yang dikirim ke pelanggan selamat sampai tujuan, sopir harus menerapkan praktik mengemudi yang aman.
Misalnya saat mengemudi di jalan raya dua arah.
Misalnya saat mengemudi di jalan raya dua arah.
Pengemudi truk memiliki jarak pandang yang lebih luas terhadap daerah di sekitarnya. Hal ini membuat pengemudi cenderung tidak menjaga jarak dengan kendaraan di depannya. Jika di depannya terdapat kendaraan kecil yang berjalan searah dan di depannya lagi terdapat truk berat yang juga melaju searah, fokus pengemudi biasanya lebih tertuju pada truk tersebut, bukan pada kendaraan kecil di depannya.
Majalah Hino Cares edisi 024 dalam sebuah artikelnya memperingatkan, kecenderungan pengemudi yang mengangggap enteng kendaraan kecil di depannya, dan tidak memperhatikan jarak aman seperti ilustrasi di atas, rawan memicu kecelakaaan.
Jika pengemudi kendaraan kecil tersebut mengerem mendadak, truk yang dikemudikannya tidak punya kesempatan menghindar. Lengah sedikit saja, insiden laka tabrak dari belakang bisa terjadi.
Hal yang juga harus diwaspadai adalah ketika pengemudi membawa truk memasuki terowongan, seperti underpass yang panjang. Kondisi demikian membuat jarak pandang ke depan semakin sempit dan terbatas. Hal itu masih ditambah lagi kecenderungan pengemudi mengangkat kaki mereka dari pedal gas dan memperlambat laju kendaraan. Kondisi demikian potensial menimbulkan kemacetan atau antrean kendaraan keluar terowongan. Jika pengemudi lengah sedikit sajan tabrakan karambol bisa terjadi.
Hal yang juga harus diwaspadai adalah ketika pengemudi membawa truk memasuki terowongan, seperti underpass yang panjang. Kondisi demikian membuat jarak pandang ke depan semakin sempit dan terbatas. Hal itu masih ditambah lagi kecenderungan pengemudi mengangkat kaki mereka dari pedal gas dan memperlambat laju kendaraan. Kondisi demikian potensial menimbulkan kemacetan atau antrean kendaraan keluar terowongan. Jika pengemudi lengah sedikit sajan tabrakan karambol bisa terjadi.
Bagaimana menghindari ancaman bahaya tersebut? Hino Carea merekomendasikan, pertama-tama yang harus diperhatikan adalah, saat pengemudi memperpendek jarak dengan kendaraan di depannya, pengemudi harus mempertahankan pandangannya ke jalan raya.
Ini demi mengantisipasi, jika kendaraan di depannya menurunkan kecepatan atau berhenti mendadak, pengemudi truk masih memiliki kesempatan menghindari tabrakan.
Data laka lantas di Jepang menyebutkan, sepanjang tahun 2013, sebanyak 50 persen laka yang dipicu oleh truk berat dan sedang, adalah laka tabrakan dari belakang. Laka semacam ini mengakibatkan angka kematian 10 kali lebih besar jika dibanding laka angka laka padang mobil penumpang. Jadi, setiap kali Anda mengemudikan truk, selalu pastikan jaga jarak aman dengan kendaraan di depan, dan selalu konsentrasi, fokus terhadap jalan.
INFO PEMESANAN HINO HUB YOGA
0896-1202-8282 atau 081-333-772-235
KREDIT, CASH, ANGSURAN, MURAH, HEMAT, IRIT, DISKON, MOBIL, TRUCK, NIAGA, COMMERSIAL, DUMP, MIXER, CARGO, LOGISTIK, TANGKI, BUS, MICROBUS, MEDIUM BUS, ENGKEL, DOUBLE, FUSO, ISUZU ELF, TRAILER, TRACTOR HEAD, HINO, MITSUBISHI, UD TRUCK, MERCEDEZ BENZ, SCANIA, , NISSAN, TOYOTA, ISUZU, HYUNDAI, VOLVO, AUDI, BMW, CHEVROLET, DAIHATSU, DODGE, FIAT, FORD, HONDA, SUZUKI, JAGUAR, JEEP, KIA, LEXUS, MAZDA, OPEL, PEUGEOT, PORSCHE, VOLKSWAGEN, RANGER,DUTRO, ELF
Tidak ada komentar:
Posting Komentar